Sabtu, 15 Maret 2014
Sosiologi
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pengertian
sosiologi berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut hubungan antar masyarakat,
mengenai kelompok individu yang memiliki hubungan antar sesama, mempunyai
kepentingan yang sama, juga memiliki adat dan budaya.
Manusia
dimanapun di dunia ini tidak akan pernah lepas dari berhubungan dengan sesama
manusia lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar hubungan itu
berjalan dengan baik, maka dalam berperilaku manusia senantiasa berpedoman pada
nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Nilai dan norma yang
dimiliki setiap masyarakat tidak sama. Dengan menyadari persamaan dan
perbedaannya, serta keikutsertaan kita dalam hubungan sosial, maka
diciptakanlah ilmu sosiologi sebagai bekal kita untuk berinteraksi sosial.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan sosiologi?
2.
Apa
tujuan sosiologi?
3.
Bagaimana
ruang lingkup sosiologi?
4.
Apa saja konsep dasar sosiologi?
5.
Bagaimana cara mengimplementasikan Konsep Dasar
Sosiologi dalam masyarakat ?
C.
Tujuan
Masalah
1.
Untuk memahami Pengertian
Sosiologi
2.
Untuk mengetahui tujuan
Sosiologi
3.
Untuk mengetahui Ruang Lingkup
Sosiologi
4.
Untuk mengetahui Konsep
dasar Sosiologi
5.
Untuk mengetahui cara mengimplementasikan
Konsep Dasar Sosiologi dalam masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sosiologi
Istilah sosiologi berasal dari kata "socius" yang
berarti kawan dan"logos" yang berarti pengetahuan
(ilmu). Jadi, sosiologi adalah ilmu yang membahas pergaulan manusia
di masyarakat. Pergaulan (interaksi) bisa terjadi antarindividu,
antarkelompok,atau antarindividu dengan kelompok. Oleh karena objek studinya adalah
masyarakat, maka sosiologi disebut juga ilmu kemasyarakatan. Fokusnya adalah
hubungan timbal-balik antarmanusia dalam kehidupan bersama (bermasyarakat)
Objek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses
yang dihasilkan dari hubungan tersebut.
Berikut dikemukakan definisi
sosiologi dari beberapa ahli sosiologi.
·
Van der Zanden memberikan batasan bahwa sosiologi merupakan studi ilmiah tentang interaksi
antar-manusia.
·
Roucek dan Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari
hubungan antar-manusia dalam kelompok.
·
Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari: (1) hubungan dan
pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi
dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan
politik, dan sebagainya, (2) hubungan dan pengaruh timbal-balik antara gejala sosial
dengan gejala non sosial, misalnya pengaruh iklim terhadap watak manusia,
pengaruh kesuburan tanah terhadap polamigrasi, dan sebagainya, dan (3)
ciri-ciri umum dari semua jenis gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat
·
Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu
ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak,
berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut
memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
·
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam bukunya yang berjudul Setangkai Bunga
Sosiologi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang
mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
B.
Tujuan Sosiologi
Kehadiran sosiologi sebagai
kajian keilmuan bertujuan :
1)
Meningkatkan kehidupan yang serasi di masyarakat
2)
Meningkatkan pengertian terhadap lingkungan social manusia dalam kehidupan bermasyarakat
3)
Meningkatkan kerjasama antarmanusia
4)
Perencanaan dan peningkatan pembangunan masyarakat
5)
Perencanan pembaharuan social
6)
Peningkatan perencanaan pendidikan, dan
7)
Peningkatan pengendaian social
C.
Ruang Lingkup Sosiologi
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada
bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiolog mengkaji dan
mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa
remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai
memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial
yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan
ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah.
Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini
dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang
berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta
kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat.
Secara tematis, ruang lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi
beberapa sub disiplin sosiologi, seperti:
a.
Sosiologi
pedesaan (Rural Sosiologi)
Model penelitiannya terfokus pada
masalah-masalah, seperti penyebaran inovasi teknologi, kesenjangan antara gaya
hidup masyarakat kota dan desa, pola mobilitas pendidikan dan pekerjaan, serta
dampak program pembangunan masyarakat. Berbagai dimensi tersebut dikaji dengan
menggunakan metodelogi yang berdasarkan kuesioner, teknik wawancara formal, dan
analisis kuantitatif (Long, 2000: 941)
b. Sosiologi Medis
(Medical Sociology)
Sosiologi medis merupakan bagian dari
sosiologi yang kajiannya memfokuskan pada pelestarian ilmu kedokteran,
khususnya pada masyarakat moderen (Amstrong, 2000: 643).
c.
Sosiologi Perkotaan (Urban Sociology)
Sosiologi perkotaan baru dimulai di Eropa,
perintisnya sejak tahun 1920-an dan 1930-an, walaupun resminya sejak awal tahun
1970-an yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah khususnya Amerika Serikat.
Ruang lingkup sosiologi menurut Vine sebagai dikutip oleh susanto
(1999), memperlihatkan bahwa aspek- aspek yang di teliti oleh sosiologi adalah
:
1. Hubungan manusia sebagai satuan social
2. Proses social dan ketentuan social pembentukan masyarakat
3. Struktur social masyarakat
4. Unsur – unsure pengawasan social yang menjamin kelangsungan hidup kelompok
social masyarakat
5. Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan social di
masyarakat, dan
6. Dasar penelitian dan metodologi sosiologi.
Dari berbagai objek
yang diteliti menghasilkan berbagai konsepsosial, perubahan sosial, proses sosial,
konfliksosial, pranatasosial, status sosial, struktursosial, masyarakat kota,
masyarakat desa, peranan sosial, dan sebagainya.
D. Konsep Dasar
Sosiologi
Konsep – konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi sebagai ilmu, yaitu sebagai
berikut :
1.
Interaksi sosial
Interaksi
sosial merupakan hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antara dua
orang atau lebih yang berlangsung di dalam masyarakat.
Syarat terjadinya interaksi antara lain: kontak
sosial atau komunikasi sosial. Baik dengan sentuhan fisik maupun melalui
teknologi komunikasi, misalnya telepon , telegrap, dan lain-lain.
Sumber-sumber interaksi sebagai berikut :
1.
Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap,
tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
2.
Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan
seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan
tanpa berfikir rasional.
3.
Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang
lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan
nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
4.
Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang
lain yang ditiru (idolanya)
5.
Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain.
Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
2.
kelompok sosial
Secara
sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang
mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat
mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama.
Terbentuknya
suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup
bersama. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk kelompok, karena
melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh psikologis secara
timbal balik
Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial sebagai
berikut:
a)
Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran
bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
b)
Ada kesamaan faktor yang dimiliki
anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bartambah erat.
Faktor-faktor kesamaan tersebut, antara lain
1.
Persamaan nasib
2.
Persamaan kepentingan
3.
Persamaan tujuan
4.
Persamaan ideologi politik
5.
Persamaan musuh
3.
Kebudayaan
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak
unsur yaitu sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, karya seni,dan bahasa,
4.
Lembaga sosial
Lembaga Sosial
adalah keseluruhan dari sistem norma yang terbentuk berdasarkan tujuan dan
fungsi tertentu dalam masyarakat. Lembaga sosial disebut juga pranata sosial.
5.
Lapisan sosial
Stratifikasi sosial adalah pembedaan anggota
masyarakat berdasarkan status yang diwujudkan dalam tingkatan masyarakat dari
yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
6. Perubahan sosial
Perubahan
sosial menurut Selo Soemardjan adalah perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya,
termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
E.
Implementasi Konsep Dasar
Sosiologi Dalam Masyarakat
Pengimplementasikan konsep dasar sosiologi dalam masyarakat meliputi:
1. Kerja sama merupakan proses sosial yang paling banyak terjadi di
masyarakat. Masyarakat yang kompetitif pun tidak akan berjalan, jika tidak ada
kerja sama di dalamnya. Kerja sama dapat terjadi dengan sendirinya, tanpa
disadari oleh pihak-pihak yang bekerja sama. Contoh, pengendara motor di jalan
raya sering tidak menyadari bahwa dirinya tengah bekerja sama dengan pengendara
sepeda motor lainnya dengan cara saling menjaga jarak yang aman, serta saling
tetap di jalur masing-masing. Di pihak lain, ada juga kerja sama yang dilakukan
secara sengaja dan diketahui oleh para pihak yang bekerja sama. Misalnya, kerja
sama yang dilakukan penduduk desa dalam membangun rumah ibadah.
2. Organisasi formal merupakan organisasi yang memiliki seperangkat norma,
status, dan peran yang jelas dan tertulis yang mengatur hubungan antara
anggotanya. Contohnya, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), pramuka, PMR,
Himpunan Mahasiswa Islam.
3. Lembaga sosial berperan penting dalam melaksanakan pengendalian sosial
dalam masyarakat. Beberapa diantara lembaga tersebut adalah kepolisian,
peradilan, sekolah, dan sebaginya.
4. Kebudayaan merupakan hal yang tak terpisahkan dari masyarakat.di mana
ada masyarakat, disitu ada kebudayaan. Kebudayaan merupakan penopang
kelangsungan hidup masyarakat. Kebudayaan memiliki fungsi tertentu dalam
masyarakat, funsi tersebut bisa kita pahami berdasarkan sudut pandang teori
sosiologi. Contonya, candi merupakan benda fisik yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan rohani masyarakat.
5. Ukuran atau
kriteria yang biasanya dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam
pelapisan sosial sebagai berikut.
a)
Ukuran kekayaan, barang siapa memiliki kekayaan
yang paling banyak akan menempati pelapisan teratas. Kekayaan tersebut
misalnya, dapat dilihat dari bentuk rumah, mobil pribadinya, atau jumlah uang
yang dimiliki.
b)
Ukuran kekuasaan, barang siapa memiliki
kekuasaan atau wewenang terbesar akan menempati pelapisan yang tinggi dalam
lapisan social masyarakat yang bersangkutan
c)
Ukuran kehormatan, orang yang dihormati dan
disegani akan mendapatkan tempat pelapisan tinggi dan ini biasanya terdapat
pada masyarakat yang masih tradisional. Ukuran kehormatan ini biasanya terlepas
dari ukuran kekayaan dan kekuasaaan. Misalnya, orang tua yang dianggap berjasa
dalam masyarakatnya.
d)
Ukuran ilmu pengetahuan, digunakan sebagai
salah satu faktor atau dasar pembentukan pelapisan sosial di dalam masyarakat
yang menghargai ilmu pengetahuan.
6.
Kelompok sosial merupakan
sejumlah orang yang memiliki norma, nilai, dan harapan yang sama, yang secara
sengaja dan teratur saling berinteraksi. Misalnya sekumpulan orang banyak yang
sedang menonton suatu konser dn bertujuan untuk menikmati hiburan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Menurut bahasa sosiologi berasal dari kata "socius" yang berarti kawan
dan "logos" yang berarti pengetahuan (ilmu). Jadi, sosiologi
adalah ilmu yang membahas pergaulan manusia di masyarakat. Pergaulan
(interaksi) bisa terjadi antar individu, antarkelompok, atau antarindividu dengan
kelompok. Oleh karena objek studinya adalah masyarakat, maka sosiologi disebut juga
ilmu kemasyarakatan.
Kehadiran sosiologi
sebagai kajian keilmuan bertujuan: Meningkatkan kehidupan yang serasi di
masyarakat, meningkatkan pengertian terhadap lingkungan social manusia dalam kehidupan
bermasyarakat, meningkatkan kerjasama antarmanusia, perencanaan dan peningkatan
pembanguna masyarakat, peningkatan perencanaan pendidikan dan lain sebagainya.
Secara tematis, ruang
lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi beberapa sub disiplin sosiologi,
seperti: sosiologi pedesaan (Rural Sosiologi), sosiologi medis (Medical
Sociology), dan sosiologi perkotaan (Urban Sociology)
Konsep – konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi sebagai ilmu, yaitu sebagai
berikut : interaksi social, kelompok social, kebudayaan, lembaga social, lapisan social, kekuasaan dan wewenang, dan perubahan social. Konsep – konsep tersebut merupakan sarana ilmiah untuk mengungkapkan kebenaran
yang ada di masyarakat.
Konsep-konsep dasar sosiologi sangat perlu diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari, karena sangat berpengaruh dalam masyarakat.
B.
Saran
Demikianlah makalah kami, kami menyadari makalah kami ini jauh dari
kesempurnaan, maka dari itu kami harapkan kritik dan saran yang membangun dari
teman-teman sekalian beserta dosen mata kuliah. Sehingga saya bisa memperbaiki
makalah selanjutnnya.
DAFTAR PUSTAKA
Saptono dan Bambang Suteng S. 2006. Sosiologi
untuk SMA kelas X.. Jakarta: PT. Phibeta Aneka Gama.
Murdiyatmoko, Janu. 2007. Sosiologi
Memahami dan Mengkaji masyarakat. Bandung: Grafindo Media Pratama.
http://chadliq.blogspot.com/2013/04/makalah-sosiologi-pendidikan-dan-ruang.html
Langganan:
Postingan (Atom)