“Ikuti mimpi anda karena mimpi itu
memberikan tujuan dalam hidup anda”. Seuntai kalimat tersebut telah dirasakan
oleh sesosok anak muda yang tengah menjalani kehidupannya. Yang penuh dengan
lika-liku. Begitu banyak pengalaman-pengalaman yang telah ia temukan.
Sebut saja Yuli, yang memiliki nama
panjang Yuli Musrifatus Sa’diah. 18 tahun sudah ia berada dalam dunia fana ini.
Itu artinya ia dalam proses menuju gerbang kedewasaan. Namun, apakah ia sudah
merasakan kalau akan menjadi dewasa?.
Kembali pada secarik kata di awal
tadi, bahwa ia menjalani hidup karena berawal dari ia bermimpi. Bermimpi untuk
menjadi yang terbaik bagi hidupnya dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.
Terutama yang pernah hadir di kehidupannya. Dan mimpi itu telah ia tancapkan di
waktu dia masih kanak-kanak.
Terutama saat ia kenal dan
berkecimung dalam dunia pendidikan. Berkat sosok para guru yang senantiasa
sabar dan bijaksanalah, ia menyelesaikan sekolah Taman Kanak-kanaknya di
desanya sendiri selama 2 tahun, yakni TK Miftahul Ulum yang berada di Kesamben
Wetan. Juga MI Miftahul Ulum selama 6 tahun yang lulus pada tahun 2007.
Kemudian ia melanjutkan ke SMPN 1 Driyorejo selama 3 tahun dan lulus pada tahun
2010. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMA Al-Azhar yang ada di Menganti. Yang
juga hidup menetap dalam lingkungan pesantren selama 3 tahun.
Pada SMA inilah ia lebih menemukan
dan bisa menjawab bahwa siapa dirinya yang sebenarnya. Sedikit demi sedikir ia
mulai mengembangkan mimpi-mimpi itu. Ia merupakan sosok anak yang bisa dibilang
cerdas, karena ia selalu mengklarifikasi apa saja yang telah ia alami. Dan
sangat peka terhadap sesuatu yang belum pernah ia alami sebelunya.
Bahkan ia pernah menulis dalam buku
agendanya, bahwa:
Kehidupan akan menjadi mudah bila kita hadapi dengan usaha
yang di iringi dengan do’a.
Kehidupan akan menjadi sulit bila kita meremehkannya.
Manusia hidup bukan untuk di matikan, tapi manusia hidup
untuk memilih nasib.
Jika kita berbuat baik maka, kebaikan pula yang kita
dapatkan.
Dan jika kita berbuat buruk maka, keburukanlah yang kita
dapatkan.
Manusia
mungkin diciptakan dengan fisik yang tidak sempurna.
Tapi manusia
diciptakan dengan hati yang sempurna.
Ikutilah
kata hatimu, maka kamu akan dapatkan kebahagiaan.
Meski yang
awalnya begitu menyakitkan.
So, always
spirit to be the best.
Ia percaya jika ia hidup berarti ia
harus beraniberperang. Ia harus berani melawan godaan-godaan dalam hidup yang
akan menjadikan ia sukses.
Kini ia sedang menyelesaikan studinya
di sebuah kampus yang independen, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA)
Surabaya. Untuk itu ia akan terus melakukan pergerakan dalam hidupnya. Karena
mottonya adalah “Where there is the will, there is the way”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar